REMBANG // Detikdki.online Di tengah hiruk-pikuk industri pangan nasional, PT.Indosefood kembali mengukir ketulusan. Bukan dalam bentuk seremonial besar, melainkan melalui gerakan sederhana namun bermakna: membagikan 10 kilogram beras kepada 43 warga janda dan lansia di Desa Banyudono, pada Senin (11/05/2026).
Di balik setiap karung beras kecil itu, tersimpan pesan kemanusiaan bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya dirasakan dari produknya, melainkan dari kerendahan hatinya untuk berbagi.
Yang membuat program ini istimewa bukanlah jumlahnya, melainkan caranya. Bantuan tidak hanya diserahkan di balai desa, tetapi diantarkan langsung ke depan pintu rumah para penerima manfaat.
Kasren, petugas pelaksana di lapangan(warga) menjalankan tugasnya dengan penuh kelembutan hati.
“Saya sudah terbiasa. Jika ibu-ibu sedang ada keperluan atau sedang tidak enak badan, cukup saya titipkan beras di teras. Mereka sudah paham jadwalnya. Setiap tanggal 10, Insya Allah PT Indosefood hadir.”
— jelas Kasren
Sikap Kasren ini mencerminkan nilai utama CSR: menghormati martabat penerima manfaat, tidak hanya memberi, tetapi juga memahami kondisi mereka.
Nurhadi, Ketua RW 01 Banyudono, turun langsung mendampingi distribusi. Dengan nada penuh hormat dan syukur, ia menjelaskan makna program ini bagi warganya.
“Ini bukan sekadar bagi-bagi beras. Ini adalah agenda rutin bulanan dari PT Indosefood. Sebagai pemangku wilayah, saya melihat langsung bagaimana setengah kilo beras di dapur bisa menjadi penentu senyum seorang nenek yang tinggal sendiri. Dan saya sangat bersyukur karena selain bantuan bulanan, PT Indosefood juga konsisten menggelar program serupa setiap tahun.”
—jelas Nurhadi, Ketua RW 01 Banyudono
Baginya, bantuan ini menjadi oase di tengah keterbatasan ekonomi yang kerap tak terlihat.
Momen paling haru datang dari Sarija, seorang penerima manfaat yang suaranya hampir tak terdengar jelas
“Maturnuwun… Pak Yoto… Maturnuwun Indosefood. Bantuan ini sering saya rasakan. Rasanya seperti ada keluarga yang tidak pernah lupa.”
— ungkap Sarija,
Dengan terbata-bata, Ibu Sarija mewakili puluhan lansia lainnya yang mungkin tak sempat mengucapkan terima kasih secara langsung. Bagi mereka, 10 kilogram beras bukan hanya sembako, melainkan pengakuan bahwa mereka tidak dilupakan.
Kegiatan ini mengingatkan kita pada hakikat CSR (Corporate Social Responsibility) yang sesungguhnya. Bukan sekadar laporan tahunan atau pencitraan, tetapi komitmen etis untuk:
· Mensejahterakan masyarakat paling pinggir sekalipun,(janda maupun lansia)
· Menjaga lingkungan sosial agar tetap hangat dan saling peduli,
· Membangun hubungan jangka panjang dengan pemangku kepentingan (stakeholder) melalui keteladanan.
PT Indosefood melalui tindakan rutin, tenang, dan tanpa gangguan —berkat dukungan tokoh masyarakat seperti Nurhadi ketua RW 01 dan ketulusan warga seperti Kasren—telah membuktikan bahwa perusahaan besar tetap bisa merunduk rendah untuk mendengar suara mereka yang paling lemah.
Demikian laporan dari Radar CNN, menyaksikan langsung kebaikan yang bergerak perlahan, namun sampai ke hati.
Redaksi
Detikdki.online
zainuri





















