Tengah setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan” bagi para pengunjuk rasa di Iran. Langkah ini terjadi di tengah protes besar dan kekerasan di Iran akibat krisis ekonomi, inflasi, anjloknya nilai rial, dan krisis listrik. Pemerintah Iran menuding AS dan Israel sebagai dalang kerusuhan yang menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Trump menyebut “armada besar” AS kini telah mendekati Iran. Media melaporkan bahwa serangan militer sempat hampir disetujui, namun tertahan oleh mitra Timur Tengah. Iran menegaskan setiap serangan AS akan dianggap sebagai “perang habis-habisan.”
Berikut gambaran kekuatan AS di Timur Tengah: 1. Armada Bergerak AS mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal perusak berpeluru kendali dari Asia-Pasifik. Kapal ini membawa hingga 90 pesawat tempur, termasuk F-35 dan F/A-18. Skuadron F-15E juga dipindahkan ke kawasan, diduga beroperasi dari Yordania.
2. Iran Siap Perang Total AS memperkuat pertahanan dengan sistem Patriot dan THAAD, serta pesawat tanker dan kargo untuk mendukung operasi militer.
3. Fasilitas Nuklir Jadi Target AS dikabarkan mempertimbangkan serangan terhadap pejabat dan komandan militer Iran bernilai tinggi. Dalam konflik 12 hari tahun 2025, AS dan Israel sebelumnya menargetkan fasilitas nuklir dan pertahanan Iran.
4. Israel Siaga Tinggi Israel menyatakan siap menghadapi serangan balasan Iran dengan Iron Dome dan jet tempur F-35. 5. Timur Tengah Terancam Membara Iran memperingatkan akan membalas setiap serangan. Teheran memiliki drone jarak jauh serta rudal balistik dan jelajah yang mampu menghantam target AS dan sekutunya di seluruh Timur Tengah.
Redaksi//
Detikdki.online
Didi Rosidi


















