Dari Rumah ke Gizi : Strategi Total Kemendukbangga Tekan Stunting di Lebak 

REDKSI DETIK DKI

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:47 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, Banten // Detikdki.online  Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mempertegas strategi intervensi berbasis lapangan dengan memprioritaskan perbaikan hunian bagi keluarga berisiko stunting (KRS) di Kabupaten Lebak. Langkah ini dinilai sebagai pendekatan fundamental untuk memutus mata rantai persoalan stunting yang tidak hanya dipengaruhi faktor gizi, tetapi juga kondisi lingkungan tempat tinggal.

Mendukbangga/BKKBN, Wihaji, mengungkapkan bahwa hasil peninjauan langsung terhadap sejumlah KRS menunjukkan adanya persoalan struktural yang serius. Di antaranya adalah ketiadaan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), sanitasi yang tidak layak, hingga tata ruang rumah yang tidak sehat—seperti dapur yang terlalu dekat dengan area pembuangan limbah.

“Ini bukan sekadar soal bantuan, tetapi tentang memperbaiki ekosistem kehidupan keluarga. Lingkungan yang tidak sehat adalah pintu masuk berbagai risiko, termasuk stunting,” ujar Wihaji, Kamis.

Sebagai bentuk intervensi konkret, pemerintah mengalokasikan bantuan pembangunan rumah senilai Rp40 juta untuk setiap keluarga sasaran. Program ini diarahkan untuk memastikan standar hunian sehat terpenuhi, sehingga dapat menekan faktor risiko yang selama ini luput dari perhatian kebijakan berbasis administratif.

Wihaji menegaskan, pendekatan berbasis aksi lapangan menjadi mandat utama pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Dengan prevalensi stunting di Lebak yang masih berada di kisaran 32 persen, diperlukan langkah taktis dan terukur yang langsung menyentuh masyarakat.

“Pesan Presiden jelas: kurangi seremoni, perbanyak aksi. Kita hadir di lapangan, melihat persoalan nyata, dan menyelesaikannya,” tegasnya.

Selain intervensi fisik hunian, pemerintah juga mengintegrasikan program pemenuhan gizi melalui Makan Bergizi Gratis (MBG), yang difokuskan pada kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Pendekatan ini menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara simultan—antara perbaikan lingkungan dan pemenuhan nutrisi.

Lebih jauh, Wihaji menekankan pentingnya intervensi dari hulu, dimulai sejak masa kehamilan hingga anak usia dini. Dalam hal ini, peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi krusial sebagai ujung tombak edukasi dan pengawasan di tingkat akar rumput.

“Program tidak boleh berhenti di atas kertas. Harus tepat sasaran, tepat distribusi, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah optimistis bahwa model intervensi langsung terhadap keluarga berisiko ini mampu mempercepat penurunan angka stunting, khususnya di wilayah dengan beban kasus tinggi seperti Kabupaten Lebak. Pendekatan ini sekaligus menjadi cerminan transformasi kebijakan publik yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis realitas sosial di lapangan.

Redaksi//

Detikdki.online

Yuli

Berita Terkait

ANNIVERSARY KE-26 LMP BANYUWANGI, PERKUAT SOLIDARITAS, NASIONALISME
Novi Marzani: Kalau Data Korupsi BUMD Rp30 Miliar Tidak Valid, Saya Tuntut Balik Ketua Fortuba!
Sebuah usaha rias pengantin di kawasan pemukiman warga di desa ngancar, kecamatan pitu , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 
LUAR BIASA BAPAK KADES ABDI  INI BISA NGASIH JAMSOSTEK  KEPADA MASYARAKAT TREWUNG 
Muswil Ke-I PERADAN Banyuwangi Digelar, Penguatan Profesi Advokat Jadi Sorotan.
Plt. Kades Sidokepung kecamatan Buduran Kab. Sidoarjo dilaporkan ke KEJARI Sidoarjo atas Dugaan korupsi dana Penyalahgunaan wewenang jabatan Dana BK ( Bantuan Keuangan ) Rp1 Milyar tahun anggaran 2025
Enam Bulan Somasi Tak Digubris, H. Marsudi Bersama Warga Segel Pintu Masuk Tower di Tanjung Bumi
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua Komisi II DPRD Tulang Bawang Gelar Sidak di SPBU BUMD

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Klarifikasi Kericuhan Pantura dan Tegaskan Dukungan Penegakan Hukum

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

DPD MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Jatim Angkat Sikap soal Kericuhan Probolinggo, Serahkan Penanganan Sepenuhnya kepada Polres Probolinggo

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Kericuhan Pantura Berdampak pada Citra Organisasi, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Sikap dan Sampaikan Klarifikasi

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Gelar Audiensi dengan Kapolres Probolinggo, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan yang Terjadi Pada Rabu Malam (28/10)

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi Ormas MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Dukung Penuh Penegakan Hukum dan Kamtibmas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:07 WIB

POLRES PROBOLINGGO LURUSKAN ISU PENANGKAPAN ANGGOTA KELOMPOK MASYARAKAT, TEGASKAN HANYA DILAKUKAN KLARIFIKASI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Dari Mitigasi hingga Kesiapsiagaan, FPRB Kota Probolinggo Bangun Komunikasi dengan Kodim 0820

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Polres Probolinggo Kota Kukuhkan Kepengurusan Da’i Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polisi Dan Tokoh Agama Jaga Kondusivitas

Berita Terbaru