Tindakan Semena-mena Pihak Superindo Terhadap Costumer, Ben minta Pertanggung jawaban dan Klarifikasi 

REDKSI DETIK DKI

- Redaksi

Minggu, 19 April 2026 - 18:28 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang // Detikdki.online Seorang warga bernama Ben mengaku diperlakukan semena-mena oleh petugas keamanan usai berbelanja di Super Indo, Jalan Raden Saleh, Kota Tangerang, Minggu (19/4/2026). Insiden terjadi saat Ben berjalan menuju pintu keluar bersama istri dan anaknya. Namun, langkahnya terhenti mendadak ketika alarm keamanan berbunyi nyaring.

Peristiwa itu menjadi awal pengalaman yang menurut Ben meninggalkan rasa kecewa dan dipermalukan di depan umum.

Tanpa penjelasan awal, seorang petugas keamanan menghampirinya dan langsung mengambil barang belanjaan, dan tas miliknya yang berisi dompet serta kunci mobil.

“Ayo ikut untuk diperiksa,” ujar petugas tersebut kepada Ben. Merasa bingung, Ben mencoba meminta penjelasan. Namun, permintaannya tidak direspons. Ia kemudian digiring oleh beberapa petugas keamanan, disaksikan oleh istri dan anaknya, menuju area pemeriksaan.

Di lokasi tersebut, petugas memeriksa seluruh barang belanjaannya. Tidak berhenti di situ, tas pribadi Ben juga dibuka. Menurut pengakuannya, petugas bahkan memeriksa dompet dan kartu-kartu ATM di dalamnya tanpa terlebih dahulu meminta izin.

“Tidak ada barang bermasalah yang ditemukan,” kata Ben. Namun, alih-alih mendapat penjelasan atau permintaan maaf, ia hanya dipersilakan pergi dengan alasan bahwa tindakan tersebut merupakan prosedur perusahaan.

Merasa diperlakukan tidak adil, Ben kemudian meminta klarifikasi kepada pihak manajemen. Manajer supermarket setempat, Ghifari, menyampaikan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari standar operasional.

“Apabila alarm bunyi, maka diperiksa seperti itu. Misalkan tidak ada masalah, ya sudah bapak keluar saja,” ujarnya.

Penjelasan itu tidak sepenuhnya diterima Ben. Ia menilai prosedur tersebut tidak mengedepankan asas praduga tak bersalah dan dilakukan dengan cara yang tidak manusiawi.

“Dengan alasan alarm berbunyi, seenaknya mereka mengambil barang termasuk kunci mobil dan memeriksa dompet tanpa izin. Seharusnya bisa diberikan penjelasan terlebih dahulu, lalu diajak ke ruangan terpisah, bukan dipertontonkan di depan banyak pengunjung, termasuk anak dan istri saya,” katanya.

Lebih jauh, Ben mempertanyakan tanggung jawab pihak perusahaan atas tindakan petugas keamanan yang, menurutnya, telah merugikan secara mental dan psikologis.

“Menurut saya tidak profesional. Setelah diperiksa dan tidak ditemukan masalah, mereka hanya mempersilakan saya pergi tanpa ada permintaan maaf. Saya merasa dipermalukan di depan umum,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi risiko dari prosedur tersebut. Menurutnya, tindakan mengambil barang tanpa penjelasan bisa membuka celah penyalahgunaan.

“Aksi seperti itu berpotensi merugikan pengunjung. Secara logika, bisa saja ada peluang barang dimasukkan ke dalam tas saat proses pemeriksaan berlangsung,” tambahnya.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan lebih luas mengenai penerapan prosedur keamanan di ruang publik, khususnya terkait penghormatan terhadap hak konsumen

Redaksi//

Detikdki.online

Investigasi

Berita Terkait

ANNIVERSARY KE-26 LMP BANYUWANGI, PERKUAT SOLIDARITAS, NASIONALISME
Novi Marzani: Kalau Data Korupsi BUMD Rp30 Miliar Tidak Valid, Saya Tuntut Balik Ketua Fortuba!
Sebuah usaha rias pengantin di kawasan pemukiman warga di desa ngancar, kecamatan pitu , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 
LUAR BIASA BAPAK KADES ABDI  INI BISA NGASIH JAMSOSTEK  KEPADA MASYARAKAT TREWUNG 
Muswil Ke-I PERADAN Banyuwangi Digelar, Penguatan Profesi Advokat Jadi Sorotan.
Plt. Kades Sidokepung kecamatan Buduran Kab. Sidoarjo dilaporkan ke KEJARI Sidoarjo atas Dugaan korupsi dana Penyalahgunaan wewenang jabatan Dana BK ( Bantuan Keuangan ) Rp1 Milyar tahun anggaran 2025
Enam Bulan Somasi Tak Digubris, H. Marsudi Bersama Warga Segel Pintu Masuk Tower di Tanjung Bumi
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua Komisi II DPRD Tulang Bawang Gelar Sidak di SPBU BUMD

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Klarifikasi Kericuhan Pantura dan Tegaskan Dukungan Penegakan Hukum

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

DPD MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Jatim Angkat Sikap soal Kericuhan Probolinggo, Serahkan Penanganan Sepenuhnya kepada Polres Probolinggo

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Kericuhan Pantura Berdampak pada Citra Organisasi, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Sikap dan Sampaikan Klarifikasi

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Gelar Audiensi dengan Kapolres Probolinggo, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan yang Terjadi Pada Rabu Malam (28/10)

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi Ormas MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Dukung Penuh Penegakan Hukum dan Kamtibmas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:07 WIB

POLRES PROBOLINGGO LURUSKAN ISU PENANGKAPAN ANGGOTA KELOMPOK MASYARAKAT, TEGASKAN HANYA DILAKUKAN KLARIFIKASI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Dari Mitigasi hingga Kesiapsiagaan, FPRB Kota Probolinggo Bangun Komunikasi dengan Kodim 0820

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Polres Probolinggo Kota Kukuhkan Kepengurusan Da’i Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polisi Dan Tokoh Agama Jaga Kondusivitas

Berita Terbaru