Tangis Warakawuri di Bawah Bayang Bayang “Ketegasan” yang Tebang Pilih

REDKSI DETIK DKI

- Redaksi

Senin, 27 April 2026 - 18:04 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

‎Surabaya// Detikdki.online Tangis lirih para warakawuri dan purnawirawan AURI pecah mengiringi eksekusi rumah dinas di lingkungan AURI Lanud Mulyono, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Senin (27/4/2026).

‎Di tengah dalih penertiban aset negara, kebijakan yang digadang tegas justru memunculkan kesan lama yang akrab di telinga rakyat: tajam ke bawah, lentur ke samping.

‎Dari rencana 10 rumah yang akan dieksekusi, hanya 9 rumah yang benar benar ditertibkan, satu rumah lainnya justru mendapat “bonus” toleransi satu minggu dengan alasan pertimbangan tertentu. Publik pun bertanya, rupanya ketegasan juga mengenal dispensasi, Jika aturan adalah aturan, mengapa bisa ada jeda istimewa, Jika penggusuran demi kepastian hukum, mengapa pelaksanaannya justru menyisakan aroma tebang pilih

‎Kuasa hukum penghuni, Arfan, menyebut perlakuan berbeda ini menimbulkan pertanyaan serius soal asas keadilan, sebab ketika sebagian penghuni harus menahan tangis melihat tempat tinggalnya dieksekusi, ada pihak lain yang diberi ruang bernapas lebih panjang. Ironi yang sulit dicerna, apalagi bagi keluarga purnawirawan yang puluhan tahun mengabdi dengan disiplin yang tak pernah mengenal pengecualian.

‎“Seolah pengabdian para mantan prajurit ini tak punya nilai di mata kebijakan,” ungkap Budi, putra salah satu warakawuri, saat diwawancarai didampingi kuasa hukum, ucapan yang terasa sebagai jeritan mewakili banyak pihak, setelah berjuang untuk negara, masa tua justru diuji oleh negaranya sendiri.

‎Satirnya, bukan hanya rumah yang diambil alih, penghuni bahkan disebut tidak diperkenankan membongkar bangunan tambahan seperti kanopi dan pagar bangunan yang dibangun dengan keringat pribadi.

‎Logika publik pun kembali terusik, ketika yang menambah dan merawat tak diberi hak membawa hasil jerih payahnya sendiri, seakan bukan sekadar pengosongan rumah, tetapi juga pengosongan rasa memiliki.

‎Arfan menegaskan pihaknya akan melayangkan surat resmi terkait persoalan itu, terlebih menurutnya hal tersebut merupakan arahan langsung dari pihak Lanud setelah komunikasi dilakukan, amun di mata masyarakat, prosedur administratif ini terdengar seperti ironi lain saat air mata sudah jatuh, jawaban yang datang justru surat menyurat.

‎Peristiwa ini menghadirkan satire yang getir di negeri yang kerap mengagungkan jasa pahlawan dan veteran setiap upacara, ternyata penghormatan kadang berhenti di podium seremoni. Saat mantan pejuang membutuhkan keberpihakan, yang hadir justru alat ukur aset dan pasukan penertiban.

‎Bagi para warakawuri, mungkin ini bukan sekadar eksekusi rumah dinas. Ini tentang perasaan ditinggalkan oleh institusi yang dulu dibela keluarganya dengan sumpah dan nyawa, dan ketika penegakan aturan berjalan dengan “pengecualian tertentu”, publik sah bertanya ini penertiban, atau ketegasan yang sedang memilih sasaran

Redaksi//

Detikdki.online

Investigasi

Berita Terkait

ANNIVERSARY KE-26 LMP BANYUWANGI, PERKUAT SOLIDARITAS, NASIONALISME
Novi Marzani: Kalau Data Korupsi BUMD Rp30 Miliar Tidak Valid, Saya Tuntut Balik Ketua Fortuba!
Sebuah usaha rias pengantin di kawasan pemukiman warga di desa ngancar, kecamatan pitu , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 
LUAR BIASA BAPAK KADES ABDI  INI BISA NGASIH JAMSOSTEK  KEPADA MASYARAKAT TREWUNG 
Muswil Ke-I PERADAN Banyuwangi Digelar, Penguatan Profesi Advokat Jadi Sorotan.
Plt. Kades Sidokepung kecamatan Buduran Kab. Sidoarjo dilaporkan ke KEJARI Sidoarjo atas Dugaan korupsi dana Penyalahgunaan wewenang jabatan Dana BK ( Bantuan Keuangan ) Rp1 Milyar tahun anggaran 2025
Enam Bulan Somasi Tak Digubris, H. Marsudi Bersama Warga Segel Pintu Masuk Tower di Tanjung Bumi
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua Komisi II DPRD Tulang Bawang Gelar Sidak di SPBU BUMD

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Klarifikasi Kericuhan Pantura dan Tegaskan Dukungan Penegakan Hukum

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

DPD MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Jatim Angkat Sikap soal Kericuhan Probolinggo, Serahkan Penanganan Sepenuhnya kepada Polres Probolinggo

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Kericuhan Pantura Berdampak pada Citra Organisasi, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Sikap dan Sampaikan Klarifikasi

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Gelar Audiensi dengan Kapolres Probolinggo, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan yang Terjadi Pada Rabu Malam (28/10)

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi Ormas MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Dukung Penuh Penegakan Hukum dan Kamtibmas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:07 WIB

POLRES PROBOLINGGO LURUSKAN ISU PENANGKAPAN ANGGOTA KELOMPOK MASYARAKAT, TEGASKAN HANYA DILAKUKAN KLARIFIKASI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Dari Mitigasi hingga Kesiapsiagaan, FPRB Kota Probolinggo Bangun Komunikasi dengan Kodim 0820

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Polres Probolinggo Kota Kukuhkan Kepengurusan Da’i Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polisi Dan Tokoh Agama Jaga Kondusivitas

Berita Terbaru