DPRD Komisi Dua Siap Membantu PKL Pasar Turen Terkait Semrawut, Retribusi Mandek Serta Penataan Pasar

REDKSI DETIK DKI

- Redaksi

Senin, 27 April 2026 - 04:39 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KoMalang // Detikdki.online  Jeritan selama ini pedagang di pasar bawah di kawasan pasar Turen sangat eroni, mulai Carut marut penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Turen. Dugaan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) terjadi di berbagai lini, mulai dari tata ruang, penggunaan badan jalan, parkir, hingga persoalan retribusi yang tak lagi berjalan normal.

Dari tim redaksi media di lapangan menunjukkan PKL kembali menjamur di titik-titik yang sebelumnya telah ditertibkan. Aktivitas jual beli yang mengunakan bahu jalan dan area parkir pasar membuat kondisi semakin semerawut, memicu kemacetan, serta mengganggu kenyamanan pengunjung yang datang dipasar Turen.

 

Dampak yang paling besar dan terasa dialami pedagang Pasar Turen bagian bawah, yang selama ini telah mengikuti aturan penataan. Mereka mengaku sangat dirugikan karena munculnya PKL baru di lokasi terlarang tersebut, yang justru menyedot pembeli.

 

ST menuturkan kepada awak media, dulu kami sudah ditata rapi dan patuh aturan. Sekarang yang melanggar malah dibiarkan. Ini jelas merugikan kami,” ungkap salah satu pedagang.(26/04/2026)

 

Kondisi ini berimbas langsung pada menurunnya omzet. Bahkan, para pedagang Pasar Bawah Turen mengaku sudah hampir tiga bulan tidak membayar retribusi karena sepinya pembeli.

 

“Kami akan tetap bayar retribusi kalau ada tindakan nyata. Tapi kalau kondisi terus seperti ini, kami juga keberatan,” tegas pedagang lainnya.

 

Para pedagang juga menegaskan telah berulang kali memberikan masukan kepada pengelola pasar dan menyatakan siap diajak kerja sama untuk penataan ulang. Namun hingga kini, belum terlihat langkah konkret.

 

“Setiap dikonfirmasi, jawabannya hanya sabar dan akan dikoordinasikan. Sudah hampir empat bulan tidak ada tindakan nyata,” keluh mereka.

 

Situasi ini memunculkan sorotan tajam publik terhadap kinerja pengelola pasar, khususnya Kepala Pasar Turen. Dugaan adanya pembiaran bahkan praktik “main mata” mulai mencuat di tengah ketidakjelasan penegakan aturan.

 

Sebagai solusi, para pedagang mendorong agar PKL yang saat ini berjualan di bahu jalan dan area parkir dipindahkan ke Pasar Bawah Turen. Langkah ini dinilai akan menciptakan sentra perdagangan yang lebih tertata, sekaligus mengembalikan fungsi jalan dan parkir sebagaimana mestinya.

 

“Kalau dijadikan satu di bawah, pasar jadi rapi, pengunjung nyaman, dan tidak ada lagi kecemburuan antar pedagang,” ujar salah satu perwakilan.

 

Tak hanya itu, para pedagang juga bersiap menempuh langkah lanjutan jika tidak ada penanganan serius dalam waktu dekat. Mereka berencana melakukan audiensi dengan Komisi II DPRD Kabupaten Malang guna menyampaikan langsung berbagai persoalan yang terjadi.

 

“Kalau tetap tidak ada tindakan, kami akan audiensi dan melakukan demo ke DPRD,” tegasnya.

 

Desakan kini mengarah kepada pemerintah daerah agar segera turun tangan langsung melakukan penertiban menyeluruh. Penegakan aturan yang tegas dan adil dinilai menjadi kunci untuk mengakhiri kekacauan yang berlarut di Pasar Turen.

Jika tidak segera diselesaikan, kondisi ini berpotensi semakin memperparah ketidak tertiban serta merusak pasar tradisional sebagai pusat ekonomi masyarakat.

Redaksi//

Detikdki.online

Berita Terkait

ANNIVERSARY KE-26 LMP BANYUWANGI, PERKUAT SOLIDARITAS, NASIONALISME
Novi Marzani: Kalau Data Korupsi BUMD Rp30 Miliar Tidak Valid, Saya Tuntut Balik Ketua Fortuba!
Sebuah usaha rias pengantin di kawasan pemukiman warga di desa ngancar, kecamatan pitu , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 
LUAR BIASA BAPAK KADES ABDI  INI BISA NGASIH JAMSOSTEK  KEPADA MASYARAKAT TREWUNG 
Muswil Ke-I PERADAN Banyuwangi Digelar, Penguatan Profesi Advokat Jadi Sorotan.
Plt. Kades Sidokepung kecamatan Buduran Kab. Sidoarjo dilaporkan ke KEJARI Sidoarjo atas Dugaan korupsi dana Penyalahgunaan wewenang jabatan Dana BK ( Bantuan Keuangan ) Rp1 Milyar tahun anggaran 2025
Enam Bulan Somasi Tak Digubris, H. Marsudi Bersama Warga Segel Pintu Masuk Tower di Tanjung Bumi
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua Komisi II DPRD Tulang Bawang Gelar Sidak di SPBU BUMD

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Klarifikasi Kericuhan Pantura dan Tegaskan Dukungan Penegakan Hukum

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

DPD MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Jatim Angkat Sikap soal Kericuhan Probolinggo, Serahkan Penanganan Sepenuhnya kepada Polres Probolinggo

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Kericuhan Pantura Berdampak pada Citra Organisasi, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Sikap dan Sampaikan Klarifikasi

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Gelar Audiensi dengan Kapolres Probolinggo, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan yang Terjadi Pada Rabu Malam (28/10)

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi Ormas MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Dukung Penuh Penegakan Hukum dan Kamtibmas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:07 WIB

POLRES PROBOLINGGO LURUSKAN ISU PENANGKAPAN ANGGOTA KELOMPOK MASYARAKAT, TEGASKAN HANYA DILAKUKAN KLARIFIKASI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Dari Mitigasi hingga Kesiapsiagaan, FPRB Kota Probolinggo Bangun Komunikasi dengan Kodim 0820

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Polres Probolinggo Kota Kukuhkan Kepengurusan Da’i Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polisi Dan Tokoh Agama Jaga Kondusivitas

Berita Terbaru