GEMPAR! DUNIA PENDIDIKAN RUSAK: WALI MURID JAMBAK RAMBUT ANAK SD, KEPSEK SDN WONOSARI 1 DITUDING BERPihak DAN PILIHAK!  

REDKSI DETIK DKI

- Redaksi

Rabu, 22 April 2026 - 12:28 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN // Detikdki.online  Sungguh memalukan dan sangat memprihatinkan. Apa yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wonosari Satu, Nongkojajar, Kecamatan Tutur, bukan lagi sekadar masalah anak kecil, melainkan bukti nyata keruntuhan adab dan ketidakadilan hukum di lingkungan pendidikan.

Sebuah kasus kriminalitas berupa bullying dilakukan bukan oleh siswa, melainkan oleh seorang WALI MURID yang seharusnya menjadi teladan, justru bertindak biadab dengan menarik dan menjambak rambut seorang siswi kelas 1 yang masih sangat kecil dan tidak berdaya.

Sikap Arogan Pelaku: “Mangkanya Punya Anak Didik!”

Kejadian ini semakin mencorengkan wajah dunia pendidikan ketika pelaku yang diduga sebagai penjambret rambut tersebut tidak menunjukkan rasa bersalah sedikitpun.

Ketika orang tua korban mencoba berbicara baik-baik dan mengklarifikasi lewat grup WhatsApp, respon yang dilontarkan justru penuh kesombongan dan keangkuhan:

“Mangkanya punya anak itu di didik!”

Pertanyaannya: Anak korban salah apa? Apakah berdiri di sekolah itu dosa besar sampai harus dihukum dengan cara ditarik rambutnya oleh orang dewasa? Kalimat itu membuktikan bahwa ada orang tua yang merasa paling benar, merasa paling berkuasa, dan tidak punya hati nurani hingga tega menyakiti anak orang lain.

Kepala Sekolah dan Guru: Siapa yang Kalian Lindungi?

Kemarahan publik memuncak ketika diketahui bahwa PIHAK SEKOLAH justru bersikap timpang dan tidak adil.

Orang tua korban datang mencari keadilan, namun yang didapat justru sikap pilih kasih yang sangat menyakitkan. Pihak sekolah terlihat jelas MEMBELA PELAKU dan membiarkan korban terluka.

Ini pertanyaan besar untuk Bapak/Ibu Kepala Sekolah beserta jajaran:

“Ada apa dengan SDN Wonosari Satu ini? Apakah Bapak/Ibu takut pada pelaku? Atau memang sejak awal sudah berpihak?”

Sekolah negeri adalah milik negara, milik rakyat Indonesia, dibayar dengan uang pajak rakyat. BUKAN MILIK PRIBADI, BUKAN MILIK GOLONGAN, DAN BUKAN KINGDOM YANG BISA DIATUR SESUKA HATI.

Kenapa pelaku yang berbuat salah justru dilindungi? Kenapa korban yang harus menangis dan trauma justru dibiarkan? Dimana letak profesionalitas kalian? Dimana nurani pendidik kalian?

Anak Trauma, Ingin Berhenti Sekolah

Akibat perlakuan biadab si pelaku dan ketidakadilan dari pihak sekolah, siswi korban kini mengalami trauma mendalam. Ia menangis, ketakutan, dan memaksa ingin berhenti sekolah karena merasa tidak aman dan tidak dilindungi.

Ini bukti nyata bahwa lingkungan sekolah tersebut gagal memberikan rasa aman bagi siswanya.

KAMI TANYA KEMBALI:

Apakah di sekolah ini hukum bisa dibeli? Apakah di sini yang kuat yang benar?

Jika kepala sekolah tidak bisa bersikap netral dan adil, untuk apa kalian memegang jabatan itu? Lebih baik mundur dan berikan tempat pada orang yang lebih punya hati dan berintegritas!

Masyarakat menuntut keadilan! Lindungi korban, proses pelaku, dan jangan biarkan sekolah negeri ini menjadi ajang main-main segelintir orang yang merasa berkuasa! SEKOLAH UNTUK RAKYAT, BUKAN UNTUK GOLONGAN!

Redaksi//

Detikdki.online

Investigasi

Berita Terkait

ANNIVERSARY KE-26 LMP BANYUWANGI, PERKUAT SOLIDARITAS, NASIONALISME
Novi Marzani: Kalau Data Korupsi BUMD Rp30 Miliar Tidak Valid, Saya Tuntut Balik Ketua Fortuba!
Sebuah usaha rias pengantin di kawasan pemukiman warga di desa ngancar, kecamatan pitu , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 
LUAR BIASA BAPAK KADES ABDI  INI BISA NGASIH JAMSOSTEK  KEPADA MASYARAKAT TREWUNG 
Muswil Ke-I PERADAN Banyuwangi Digelar, Penguatan Profesi Advokat Jadi Sorotan.
Plt. Kades Sidokepung kecamatan Buduran Kab. Sidoarjo dilaporkan ke KEJARI Sidoarjo atas Dugaan korupsi dana Penyalahgunaan wewenang jabatan Dana BK ( Bantuan Keuangan ) Rp1 Milyar tahun anggaran 2025
Enam Bulan Somasi Tak Digubris, H. Marsudi Bersama Warga Segel Pintu Masuk Tower di Tanjung Bumi
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua Komisi II DPRD Tulang Bawang Gelar Sidak di SPBU BUMD

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Klarifikasi Kericuhan Pantura dan Tegaskan Dukungan Penegakan Hukum

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

DPD MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Jatim Angkat Sikap soal Kericuhan Probolinggo, Serahkan Penanganan Sepenuhnya kepada Polres Probolinggo

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Kericuhan Pantura Berdampak pada Citra Organisasi, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Sikap dan Sampaikan Klarifikasi

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Gelar Audiensi dengan Kapolres Probolinggo, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan yang Terjadi Pada Rabu Malam (28/10)

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi Ormas MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Dukung Penuh Penegakan Hukum dan Kamtibmas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:07 WIB

POLRES PROBOLINGGO LURUSKAN ISU PENANGKAPAN ANGGOTA KELOMPOK MASYARAKAT, TEGASKAN HANYA DILAKUKAN KLARIFIKASI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Dari Mitigasi hingga Kesiapsiagaan, FPRB Kota Probolinggo Bangun Komunikasi dengan Kodim 0820

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Polres Probolinggo Kota Kukuhkan Kepengurusan Da’i Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polisi Dan Tokoh Agama Jaga Kondusivitas

Berita Terbaru