Proyek Swakelola UPTD Wilayah VI Coreng Citra Gubernur Lampung Mirza 

REDKSI DETIK DKI

- Redaksi

Senin, 20 April 2026 - 19:02 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulang Bawang Barat // Detikdli.online Lampung Proyek pemeliharaan jalan melalui sistem swakelola pada ruas Penumangan hingga Unit 6 kini berada di titik nadir kepercayaan publik. Pekerjaan yang digawangi oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Wilayah VI Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung ini terus menuai kecaman lantaran diduga menggunakan material berkualitas rendah alias material bekas. Senin, 20/04/26

*Material Bekas dan Kualitas “Asal Jadi”*

Gelombang kritik masyarakat tak lagi terbendung. Dugaan penggunaan material bekas dalam pengerjaan jalan tersebut menjadi pemicu utama kemarahan warga. Meski desakan untuk mengganti material dengan kualitas standar terus disuarakan, pihak pelaksana di lapangan seolah menutup telinga dan tetap melanjutkan pekerjaan yang dinilai “asal jadi”.

“Kami sudah berkali-kali melayangkan protes, tapi mereka (pelaksana) tidak menghiraukan. Kualitasnya sangat meragukan, ini bukan membangun jalan, tapi seperti hanya sekadar menggugurkan kewajiban,” keluh salah satu warga setempat.

*Kadis BMBK dan Kepala UPTD “Satu Suara” dalam Bungkam*

Ironi di balik rusaknya kualitas proyek ini adalah sikap bungkam para pemangku kebijakan. Baik Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung maupun Kepala UPTD Wilayah VI kompak enggan memberikan klarifikasi. Sikap tertutup ini dinilai sangat mencederai prinsip transparansi publik.

Sikap apatis para pejabat ini disinyalir dapat merusak reputasi *Gubernur Lampung, Mirza,* yang tengah gencar mempromosikan program percepatan infrastruktur jalan. Publik menilai kinerja buruk UPTD Wilayah VI berbanding terbalik dengan semangat duet *Mirza-Jihan* dalam membangun Lampung.

*Viral di Media Sosial, Netizen Menghujat*

Bobroknya pengerjaan jalan ini bahkan telah menembus ruang digital. Sebuah video yang diunggah warga di platform TikTok memperlihatkan proses pengerjaan yang tidak menjaga mutu, memicu ribuan komentar pedas dari netizen.

*Poin Utama yang Menjadi Sorotan:*

*Material Dipertanyakan:* Penggunaan material yang diduga tidak sesuai spek (material bekas) yang hingga kini belum diganti.

*Respon Lamban:* Pihak pelaksana proyek terkesan abai terhadap masukan teknis dari masyarakat terdampak.

*Ancaman Citra Gubernur:* Ketidaksinkronan antara kebijakan Gubernur dengan eksekusi di level UPTD yang justru menghambat program unggulan daerah.

Hingga berita ini dirilis, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk melakukan audit investigasi terhadap proyek swakelola ini sebelum kerugian negara semakin membengkak akibat kualitas jalan yang dipastikan tidak akan bertahan lama.

Redaksi//

Detikdki.online

Penulis Berita (Red)

Berita Terkait

ANNIVERSARY KE-26 LMP BANYUWANGI, PERKUAT SOLIDARITAS, NASIONALISME
Novi Marzani: Kalau Data Korupsi BUMD Rp30 Miliar Tidak Valid, Saya Tuntut Balik Ketua Fortuba!
Sebuah usaha rias pengantin di kawasan pemukiman warga di desa ngancar, kecamatan pitu , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 
LUAR BIASA BAPAK KADES ABDI  INI BISA NGASIH JAMSOSTEK  KEPADA MASYARAKAT TREWUNG 
Muswil Ke-I PERADAN Banyuwangi Digelar, Penguatan Profesi Advokat Jadi Sorotan.
Plt. Kades Sidokepung kecamatan Buduran Kab. Sidoarjo dilaporkan ke KEJARI Sidoarjo atas Dugaan korupsi dana Penyalahgunaan wewenang jabatan Dana BK ( Bantuan Keuangan ) Rp1 Milyar tahun anggaran 2025
Enam Bulan Somasi Tak Digubris, H. Marsudi Bersama Warga Segel Pintu Masuk Tower di Tanjung Bumi
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua Komisi II DPRD Tulang Bawang Gelar Sidak di SPBU BUMD

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Klarifikasi Kericuhan Pantura dan Tegaskan Dukungan Penegakan Hukum

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

DPD MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Jatim Angkat Sikap soal Kericuhan Probolinggo, Serahkan Penanganan Sepenuhnya kepada Polres Probolinggo

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Kericuhan Pantura Berdampak pada Citra Organisasi, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Sikap dan Sampaikan Klarifikasi

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Gelar Audiensi dengan Kapolres Probolinggo, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan yang Terjadi Pada Rabu Malam (28/10)

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi Ormas MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Dukung Penuh Penegakan Hukum dan Kamtibmas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:07 WIB

POLRES PROBOLINGGO LURUSKAN ISU PENANGKAPAN ANGGOTA KELOMPOK MASYARAKAT, TEGASKAN HANYA DILAKUKAN KLARIFIKASI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Dari Mitigasi hingga Kesiapsiagaan, FPRB Kota Probolinggo Bangun Komunikasi dengan Kodim 0820

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Polres Probolinggo Kota Kukuhkan Kepengurusan Da’i Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polisi Dan Tokoh Agama Jaga Kondusivitas

Berita Terbaru