Saksikan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Langit Indonesia ,Maret 03, 2026

REDKSI DETIK DKI

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:46 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena gerhana bulan (Blood Moon), Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa, 3 Maret 2026.

Fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa Gerhana Bulan terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama.

Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar.

“Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly di Jakarta, Senin (2/3).

Secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Untuk durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Sementara fase Totalitas—di mana Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi—akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi

Warna merah ini merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan Bulan.

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menjelaskan berdasarkan data BMKG, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

Lebih lanjut, pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit.

Sebaliknya, untuk wilayah Barat Indonesia, gerhana akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung (fase totalitas atau puncak) sesaat setelah Bulan terbit.

“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya.

Tahun 2026 diprediksi akan mengalami empat kali gerhana, yaitu dua kali gerhana Matahari dan dua kali gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia

Secara astronomis, gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133. Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi pada 21 Februari 2008 dan diprediksi akan kembali berasosiasi pada 13 Maret 2044 mendatang.

Redaksi//

Detikdki.online

Ysf

Berita Terkait

ANNIVERSARY KE-26 LMP BANYUWANGI, PERKUAT SOLIDARITAS, NASIONALISME
Novi Marzani: Kalau Data Korupsi BUMD Rp30 Miliar Tidak Valid, Saya Tuntut Balik Ketua Fortuba!
Sebuah usaha rias pengantin di kawasan pemukiman warga di desa ngancar, kecamatan pitu , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 
LUAR BIASA BAPAK KADES ABDI  INI BISA NGASIH JAMSOSTEK  KEPADA MASYARAKAT TREWUNG 
Muswil Ke-I PERADAN Banyuwangi Digelar, Penguatan Profesi Advokat Jadi Sorotan.
Plt. Kades Sidokepung kecamatan Buduran Kab. Sidoarjo dilaporkan ke KEJARI Sidoarjo atas Dugaan korupsi dana Penyalahgunaan wewenang jabatan Dana BK ( Bantuan Keuangan ) Rp1 Milyar tahun anggaran 2025
Enam Bulan Somasi Tak Digubris, H. Marsudi Bersama Warga Segel Pintu Masuk Tower di Tanjung Bumi
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua Komisi II DPRD Tulang Bawang Gelar Sidak di SPBU BUMD

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi Ormas MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Dukung Penuh Penegakan Hukum dan Kamtibmas

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Polres Probolinggo Launching Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah, Cegah Bullying dan Kenakalan Remaja di SMAN 1 Kraksaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:07 WIB

POLRES PROBOLINGGO LURUSKAN ISU PENANGKAPAN ANGGOTA KELOMPOK MASYARAKAT, TEGASKAN HANYA DILAKUKAN KLARIFIKASI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Dari Mitigasi hingga Kesiapsiagaan, FPRB Kota Probolinggo Bangun Komunikasi dengan Kodim 0820

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Salurkan Air Bersih dan Silaturahmi Bareng Forkopimcam Tongas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:06 WIB

PELAYANAN HUMANIS: KB SAMSAT TALANGAGUNG DAN SATLANTAS POLRES MALANG PERKUAT KEDEKATAN DENGAN MASYARAKAT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Perkuat Sinergi dan Soliditas Organisasi, Tiga DPAC MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Probolinggo Gelar Rakor dan Konsolidasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:49 WIB

SIARAN PERS: DPW LSM BIDIK JATIM DAN DPC MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) PROBOLINGGO RAYA RESMI LAPORKAN DUGAAN KORUPSI BPNT DAN TPPU KE KPK HINGGA KEJAGUNG

Berita Terbaru