LAMONGAN // Detikdki.online Setelah dilakukan pencarian intensif selama lebih dari satu hari, bocah laki-laki berinisial MN (13) yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat tenggelam saat berenang di aliran Sungai Bengawan Solo akhirnya ditemukan pada Rabu (04/02/2026) sore. Korban ditemukan di sekitar aliran sungai kawasan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Selasa (03/02/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban MN diketahui berenang bersama rekannya berinisial R (14) di aliran Sungai Bengawan Solo. Namun, saat berada di tengah sungai, korban diduga mengalami kelelahan dan tidak mampu melanjutkan renang hingga akhirnya tenggelam.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, korban sempat meminta pertolongan sebelum tenggelam. Teriakan tersebut terdengar oleh seorang penjual es yang berada tidak jauh dari lokasi. Saksi kemudian berusaha meminta bantuan warga sekitar untuk memberikan pertolongan. Namun, derasnya arus sungai membuat korban MN tidak berhasil diselamatkan. Sementara itu, rekan korban berinisial R berhasil diselamatkan oleh warga setelah mendengar teriakan minta tolong. R langsung dievakuasi ke darat dalam kondisi selamat, meski mengalami syok akibat kejadian tersebut.
Usai kejadian, laporan segera disampaikan kepada aparat kepolisian dan instansi terkait. Tim gabungan kemudian melakukan upaya pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo di sekitar lokasi kejadian. Proses pencarian melibatkan unsur Satpolairud Polres Lamongan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan. Dalam pencarian tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan tiga unit perahu karet untuk menyisir aliran sungai, baik ke arah hulu maupun hilir dari titik korban diduga tenggelam. Pencarian dilakukan secara intensif dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai yang cukup deras.
Setelah dilakukan penyisiran berjam-jam, korban akhirnya ditemukan pada Rabu sore dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses selanjutnya. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di area perairan terbuka seperti sungai. Sungai Bengawan Solo diketahui memiliki arus yang tidak menentu dan berpotensi membahayakan keselamatan, terlebih bagi anak-anak. Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan bahaya berenang di sungai tanpa pengawasan serta perlunya kewaspadaan bersama untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Redaksi//
Detikdki.onlne
(Investigasi)




















