P3-TGAI Desa Wedoro Grobogan Disorot: Retak, Keropos, Dan Dugaan Paket Dibeli Warga Luar Desa  

REDKSI DETIK DKI

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:37 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grobogan // Detikdki.online  (26 Agustus 2026) — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Wedoro, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, kini menjadi sorotan masyarakat. Program yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, ini seharusnya meningkatkan fungsi jaringan irigasi sekaligus memberdayakan masyarakat petani. Namun pantauan di lapangan menunjukkan hasil yang memprihatinkan.TEMUAN DI LAPANGAN Pantauan langsung di lokasi pada Rabu (26/8/2026) memperlihatkan sejumlah kejanggalan pada kualitas pekerjaan: Pasangan batu pada sejumlah titik tampak retak dan pecah Lantai adukan terlihat rusak dan keropos Bagian plesteran pengerjaannya belum rapi dan terkesan asal jadi

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kualitas pembangunan irigasi berkaitan langsung dengan kebermanfaatan jangka panjang bagi petani sebagai penerima manfaat. Pekerjaan yang retak dan keropos sejak awal dibangun tidak akan bertahan lama dan justru merugikan rakyat.

TENTANG PROGRAM P3-TGAI

Secara umum, program ini bertujuan memperbaiki jaringan irigasi tersier yang rusak atau mengalami pendangkalan, sehingga aliran air ke persawahan dapat berjalan lebih lancar. Dampak yang diharapkan:Teknis: Meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas pertanian Ekonomi: Memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa melalui pola pelaksanaan swakelola Ketahanan Pangan: Mendukung musim tanam pertama dan kedua bagi petani

Penentuan lokasi dan kelembagaan penerima P3-TGAI mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1776/KPTS/Mn/2026.

DUGAAN JUAL BELI PAKET PROYEK

Di luar masalah kualitas, muncul sorotan yang lebih mendasar terkait proses perolehan program. Terdapat dugaan kuat bahwa paket P3-TGAI tersebut diperoleh melalui pihak tertentu yang diduga berkaitan dengan praktik “jual beli paket”.Untuk mengonfirmasi hal ini, awak media menghubungi Kepala Desa Wedoro. Beliau membenarkan pekerjaan sedang berlangsung, namun menyebut bukan pemerintah desa yang mencari paket tersebut: “Yang mencari sekaligus membeli paket tersebut adalah warga Desa Genengadal, Kecamatan Toroh, berinisial AZ.” — Kepala Desa Wedoro

Keterangan ini memunculkan pertanyaan penting: mengapa warga dari desa lain yang mengerjakan proyek di Desa Wedoro? Dan apakah benar terjadi transaksi pembelian paket? Hal ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak yang disebut agar proses perolehan program dapat diketahui secara utuh dan transparan.

PERLU PEMERIKSAAN MENYELURUH

Terkait kualitas pekerjaan, diperlukan penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun kelembagaan P3A selaku penerima program. Pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang juga mutlak diperlukan untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi, volume, kualitas material, serta ketentuan teknis P3-TGAI.

Dengan demikian, program yang menggunakan anggaran negara tersebut diharapkan benar-benar menghasilkan jaringan irigasi berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat petani, bukan sebaliknya — menjadi komoditas yang diperjualbelikan dan dikerjakan asal jadi.

Pemberitaan ini mengedepankan asas keberimbangan dan praduga tak bersalah. Setiap pihak yang disebut atau berkaitan dengan informasi ini memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai fakta serta ketentuan jurnalistik yang berlaku.

Redaksi//

Detikdki.online 

Investigasi 

Berita Terkait

ANNIVERSARY KE-26 LMP BANYUWANGI, PERKUAT SOLIDARITAS, NASIONALISME
Novi Marzani: Kalau Data Korupsi BUMD Rp30 Miliar Tidak Valid, Saya Tuntut Balik Ketua Fortuba!
Sebuah usaha rias pengantin di kawasan pemukiman warga di desa ngancar, kecamatan pitu , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 
LUAR BIASA BAPAK KADES ABDI  INI BISA NGASIH JAMSOSTEK  KEPADA MASYARAKAT TREWUNG 
Muswil Ke-I PERADAN Banyuwangi Digelar, Penguatan Profesi Advokat Jadi Sorotan.
Plt. Kades Sidokepung kecamatan Buduran Kab. Sidoarjo dilaporkan ke KEJARI Sidoarjo atas Dugaan korupsi dana Penyalahgunaan wewenang jabatan Dana BK ( Bantuan Keuangan ) Rp1 Milyar tahun anggaran 2025
Enam Bulan Somasi Tak Digubris, H. Marsudi Bersama Warga Segel Pintu Masuk Tower di Tanjung Bumi
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua Komisi II DPRD Tulang Bawang Gelar Sidak di SPBU BUMD

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:07 WIB

POLRES PROBOLINGGO LURUSKAN ISU PENANGKAPAN ANGGOTA KELOMPOK MASYARAKAT, TEGASKAN HANYA DILAKUKAN KLARIFIKASI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Dari Mitigasi hingga Kesiapsiagaan, FPRB Kota Probolinggo Bangun Komunikasi dengan Kodim 0820

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Polres Probolinggo Kota Kukuhkan Kepengurusan Da’i Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polisi Dan Tokoh Agama Jaga Kondusivitas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Salurkan Air Bersih dan Silaturahmi Bareng Forkopimcam Tongas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Perkuat Sinergi dan Soliditas Organisasi, Tiga DPAC MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Probolinggo Gelar Rakor dan Konsolidasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:49 WIB

SIARAN PERS: DPW LSM BIDIK JATIM DAN DPC MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) PROBOLINGGO RAYA RESMI LAPORKAN DUGAAN KORUPSI BPNT DAN TPPU KE KPK HINGGA KEJAGUNG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:44 WIB

PERKUAT SINERGI KONTROL SOSIAL, PENGURUS BIDIK TINGKAT KECAMATAN BANGUN KOLABORASI STRATEGIS BERSAMA DPC ORMAS MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) PROBOLINGGO RAYA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:40 WIB

ALIANANSI TEGAS BERSAMA RAKYAT: MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) DPC PROBOLINGGO RAYA DAN LSM BIDIK JATIM RESMI LAPORKAN DUGAAN MAFIA BANSOS di LECES

Berita Terbaru