Lsm gnr cium praktek kotor dalam pengadaan lahan fasilitas publik dikabupaten tangerang

REDKSI DETIK DKI

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 04:07 WIB

5015 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdki.online Ketua Umum LSM Gerakan Nurani Rakyat (GNR) Indonesia, Edy Kurniawan, S.H., secara tegas menyatakan dukungannya terhadap langkah Gerakan Masyarakat (Gema) Anti Korupsi yang melaporkan dugaan penyimpangan pengadaan tanah ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang.

Laporan dengan nomor 003/A-III/Lapdu/2026 tersebut menyoroti adanya indikasi tindak pidana korupsi dalam proses pengadaan tanah tahun 2015-2016 di Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa.

Lahan yang berstatus SHGB 00165 itu kini digunakan untuk pembangunan Stadion Mini Tigaraksa, SMP Negeri 5 Tigaraksa, hingga Rumah Dinas Kejari Tigaraksa.

“Kami sebagai aktivis kontrol sosial mendukung penuh keberanian rekan-rekan Gema Anti Korupsi. Ini adalah langkah nyata untuk membersihkan birokrasi dari praktik-praktik kotor, terutama terkait pengadaan aset negara,” ujar Edy Kurniawan kepada awak media, Senin (09/03/2026).

Edy menilai adanya aroma kuat Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Ia menduga ada konspirasi yang mengabaikan prosedur hukum demi meraup keuntungan pribadi yang berujung pada kerugian keuangan negara.

Dalam penjelasannya, Edy merinci bahwa setidaknya terdapat lima surat pelepasan hak dalam proses pengadaan lahan tersebut, dengan nilai transaksi yang diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 40 miliar.

“Kami melihat ada indikasi kuat keterlibatan mafia tanah dalam kasus ini. Lemahnya pengawasan dari pihak terkait dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntungan pribadi. Kejari Kabupaten Tangerang harus berani mengambil tindakan tegas dan tidak pandang bulu terhadap siapa pun yang bermain,” tegas Edy.

Ia menambahkan bahwa LSM GNR Indonesia berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas ke akar-akarnya, terutama jika ditemukan bukti adanya “permainan” antar-aktor di balik layar.

Inti dari persoalan ini bermula dari keraguan atas keabsahan dokumen pengalihan hak tanah.

Berdasarkan analisa Gema Anti Korupsi, transaksi antara pihak penjual (Tjia Alvin Suciadi) dan pihak Pemerintah Daerah (Dadan Darmawan, S.Sos., M.Si.) menggunakan dasar Akta Pengoperan Hak Nomor 05 Tahun 2009.

Namun, status aset tersebut dinilai cacat hukum karena adanya Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor: 11/Pailit/2011/PN Niaga JKT PST.

“Secara hukum, jika suatu aset sudah masuk dalam status kepailitan dan belum berkekuatan hukum tetap (inkracht), aset tersebut tidak bisa dialihkan begitu saja ke pihak lain. Seharusnya, segala bentuk pembelian aset pailit dilakukan melalui pengawasan kurator yang ditunjuk pengadilan, bukan melalui perantara lain yang keabsahannya diragukan,” jelas Edy menutup pembicaraan.

Redaksi//

Detikdki.online

Investigasi

Berita Terkait

ANNIVERSARY KE-26 LMP BANYUWANGI, PERKUAT SOLIDARITAS, NASIONALISME
Novi Marzani: Kalau Data Korupsi BUMD Rp30 Miliar Tidak Valid, Saya Tuntut Balik Ketua Fortuba!
Sebuah usaha rias pengantin di kawasan pemukiman warga di desa ngancar, kecamatan pitu , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 
LUAR BIASA BAPAK KADES ABDI  INI BISA NGASIH JAMSOSTEK  KEPADA MASYARAKAT TREWUNG 
Muswil Ke-I PERADAN Banyuwangi Digelar, Penguatan Profesi Advokat Jadi Sorotan.
Plt. Kades Sidokepung kecamatan Buduran Kab. Sidoarjo dilaporkan ke KEJARI Sidoarjo atas Dugaan korupsi dana Penyalahgunaan wewenang jabatan Dana BK ( Bantuan Keuangan ) Rp1 Milyar tahun anggaran 2025
Enam Bulan Somasi Tak Digubris, H. Marsudi Bersama Warga Segel Pintu Masuk Tower di Tanjung Bumi
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua Komisi II DPRD Tulang Bawang Gelar Sidak di SPBU BUMD

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Klarifikasi Kericuhan Pantura dan Tegaskan Dukungan Penegakan Hukum

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

DPD MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Jatim Angkat Sikap soal Kericuhan Probolinggo, Serahkan Penanganan Sepenuhnya kepada Polres Probolinggo

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Kericuhan Pantura Berdampak pada Citra Organisasi, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Sikap dan Sampaikan Klarifikasi

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Gelar Audiensi dengan Kapolres Probolinggo, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan yang Terjadi Pada Rabu Malam (28/10)

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi Ormas MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Dukung Penuh Penegakan Hukum dan Kamtibmas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:07 WIB

POLRES PROBOLINGGO LURUSKAN ISU PENANGKAPAN ANGGOTA KELOMPOK MASYARAKAT, TEGASKAN HANYA DILAKUKAN KLARIFIKASI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Dari Mitigasi hingga Kesiapsiagaan, FPRB Kota Probolinggo Bangun Komunikasi dengan Kodim 0820

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Polres Probolinggo Kota Kukuhkan Kepengurusan Da’i Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polisi Dan Tokoh Agama Jaga Kondusivitas

Berita Terbaru