Bocah di Bawah Umur Diseret dan Dipukuli Massa, Kades Diduga ikut dalam pengroyokan

REDKSI DETIK DKI

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 09:28 WIB

5079 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

REMBANG // Detikdki.online  Tragedi memilukan terjadi di Desa Jambangan, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Seorang anak di bawah umur berinisial FB menjadi korban penganiayaan brutal oleh massa dalam aksi main hakim sendiri yang dipicu oleh kesalahpahaman dan dendam lama. Yang lebih mencengangkan, lepala desa Lodan kulon justru diduga ikut mengeroyok korban.

Peristiwa ini bermula dari penganiayaan terhadap seorang pemuda berinisial HD yang melintas si kawasan Lodan Kulon, dengan tujuan potong rambut.HD dikejar sekelompok pemuda tanpa alasan jelas, kemudian diamankan, diikat tangannya, dan dipukuli.

“Aku nggak tau masalah soal pembacokan, aku dipukul katanya ada di CCTV saat pembacokan” Ujar HD di RSUD jumat 20 maret 2026

Namun, massa tidak puas. Rombongan warga Lodan Kulon itu kemudian bergerak menuju rumah TUKUL di Desa Tanggulangin, Kecamatan Sarang,berdasarkan cerita HD salah satu teman pelaku pembacokan, warga desa lodan kulon pun membara untuk mencari pelaku pembacokan terhadap Wartono,

“Kami tidak bisa memberi jawaban.saat salah satu pemuda menanyakan aldi, Massa sangat banyak datang ke rumah Saya .saya juga tidak tahu, kabar aldi.karena anak saya tidak memberi kabar,” ujar TUKUL, orang tua Aldi, dengan suara lirih.

Saat Aldi tidak ditemukan, amarah massa meledak. Sasaran pun bergeser ke FB, adik kandung Aldi, yang masih duduk di bangku sekolah.yang saat itu terlihat oleh massa.

Di depan mata TUKUL, massa yang tak terkendali memukuli, menendang, dan menyeret FB ke luar rumah.

“Saya tidak kuat Mas menghalangi massa segitu banyaknya. Anak saya dipukuli di depan mata saya,” tambah TUKUL menahan tangis.

FB kemudian diseret kembali ke Lodan Kulon. Di sinilah babak baru terungkap. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, oknum Kepala Desa Lodan Kulon justru bertindak lebih garang dari massa lainnya. Dengan tenaga kuat, kepala desa tersebut terlihat menyeret FB yang sudah tak berdaya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, kepala desa yang bersangkutan tidak memberikan respons atau tanggapan apapun.

Korban Pembacokan Bantah Terlibat

Wartono, yang disebut sebagai korban pembacokan oleh Aldi, mengaku tidak mengetahui adanya aksi main hakim sendiri tersebut.

“Saya tidak tahu soal adanya massa ke Tanggulangin. Saat kejadian, saya masih di rumah sakit. Saya dan keluarga tidak ada hubungannya dengan itu,” ujar Wartono.

Dua Laporan Polisi, Satu Sorotan Publik

Kasus pembacokan yang dilakukan Aldi terhadap Wartono saat ini sudah masuk tahap penyidikan. Sementara itu, kasus penganiayaan terhadap FB yang masih di bawah umur masih dalam tahap pelaporan.

Polres Rembang telah menerima laporan resmi dari Ngatmi binti Sarjo (59), ibu dari FB, pada Rabu (25/3/2026) dengan nomor laporan STPL/ /III/2026/SPKT. Peristiwa pengroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di depan rumah seorang bernama Kornen, di tanah Desa Jambangan.

Publik kini menyoroti dua hal tegas terkait permasalahan ini

1. Proses hukum terhadap pelaku pembacokan (Aldi).

2. Dugaan pidana keterlibatan aparatur desa dalam aksi main hakim sendiri yang menimbulkan korban anak di bawah umur.

Redaksi//

Detikdki.online

. (Zainuri)

Berita Terkait

ANNIVERSARY KE-26 LMP BANYUWANGI, PERKUAT SOLIDARITAS, NASIONALISME
Novi Marzani: Kalau Data Korupsi BUMD Rp30 Miliar Tidak Valid, Saya Tuntut Balik Ketua Fortuba!
Sebuah usaha rias pengantin di kawasan pemukiman warga di desa ngancar, kecamatan pitu , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 
LUAR BIASA BAPAK KADES ABDI  INI BISA NGASIH JAMSOSTEK  KEPADA MASYARAKAT TREWUNG 
Muswil Ke-I PERADAN Banyuwangi Digelar, Penguatan Profesi Advokat Jadi Sorotan.
Plt. Kades Sidokepung kecamatan Buduran Kab. Sidoarjo dilaporkan ke KEJARI Sidoarjo atas Dugaan korupsi dana Penyalahgunaan wewenang jabatan Dana BK ( Bantuan Keuangan ) Rp1 Milyar tahun anggaran 2025
Enam Bulan Somasi Tak Digubris, H. Marsudi Bersama Warga Segel Pintu Masuk Tower di Tanjung Bumi
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua Komisi II DPRD Tulang Bawang Gelar Sidak di SPBU BUMD

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Klarifikasi Kericuhan Pantura dan Tegaskan Dukungan Penegakan Hukum

Senin, 2 November 2026 - 22:03 WIB

DPD MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Jatim Angkat Sikap soal Kericuhan Probolinggo, Serahkan Penanganan Sepenuhnya kepada Polres Probolinggo

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Kericuhan Pantura Berdampak pada Citra Organisasi, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Sikap dan Sampaikan Klarifikasi

Senin, 2 November 2026 - 22:02 WIB

Gelar Audiensi dengan Kapolres Probolinggo, MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan yang Terjadi Pada Rabu Malam (28/10)

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Kapolres Probolinggo Terima Audiensi Ormas MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), Dukung Penuh Penegakan Hukum dan Kamtibmas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:07 WIB

POLRES PROBOLINGGO LURUSKAN ISU PENANGKAPAN ANGGOTA KELOMPOK MASYARAKAT, TEGASKAN HANYA DILAKUKAN KLARIFIKASI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Dari Mitigasi hingga Kesiapsiagaan, FPRB Kota Probolinggo Bangun Komunikasi dengan Kodim 0820

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Polres Probolinggo Kota Kukuhkan Kepengurusan Da’i Kamtibmas, Perkuat Sinergi Polisi Dan Tokoh Agama Jaga Kondusivitas

Berita Terbaru