Bocah di Bawah Umur Diseret dan Dipukuli Massa, Kades Diduga ikut dalam pengroyokan

REDKSI DETIK DKI

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 09:28 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

REMBANG // Detikdki.online  Tragedi memilukan terjadi di Desa Jambangan, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Seorang anak di bawah umur berinisial FB menjadi korban penganiayaan brutal oleh massa dalam aksi main hakim sendiri yang dipicu oleh kesalahpahaman dan dendam lama. Yang lebih mencengangkan, lepala desa Lodan kulon justru diduga ikut mengeroyok korban.

Peristiwa ini bermula dari penganiayaan terhadap seorang pemuda berinisial HD yang melintas si kawasan Lodan Kulon, dengan tujuan potong rambut.HD dikejar sekelompok pemuda tanpa alasan jelas, kemudian diamankan, diikat tangannya, dan dipukuli.

“Aku nggak tau masalah soal pembacokan, aku dipukul katanya ada di CCTV saat pembacokan” Ujar HD di RSUD jumat 20 maret 2026

Namun, massa tidak puas. Rombongan warga Lodan Kulon itu kemudian bergerak menuju rumah TUKUL di Desa Tanggulangin, Kecamatan Sarang,berdasarkan cerita HD salah satu teman pelaku pembacokan, warga desa lodan kulon pun membara untuk mencari pelaku pembacokan terhadap Wartono,

“Kami tidak bisa memberi jawaban.saat salah satu pemuda menanyakan aldi, Massa sangat banyak datang ke rumah Saya .saya juga tidak tahu, kabar aldi.karena anak saya tidak memberi kabar,” ujar TUKUL, orang tua Aldi, dengan suara lirih.

Saat Aldi tidak ditemukan, amarah massa meledak. Sasaran pun bergeser ke FB, adik kandung Aldi, yang masih duduk di bangku sekolah.yang saat itu terlihat oleh massa.

Di depan mata TUKUL, massa yang tak terkendali memukuli, menendang, dan menyeret FB ke luar rumah.

“Saya tidak kuat Mas menghalangi massa segitu banyaknya. Anak saya dipukuli di depan mata saya,” tambah TUKUL menahan tangis.

FB kemudian diseret kembali ke Lodan Kulon. Di sinilah babak baru terungkap. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, oknum Kepala Desa Lodan Kulon justru bertindak lebih garang dari massa lainnya. Dengan tenaga kuat, kepala desa tersebut terlihat menyeret FB yang sudah tak berdaya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, kepala desa yang bersangkutan tidak memberikan respons atau tanggapan apapun.

Korban Pembacokan Bantah Terlibat

Wartono, yang disebut sebagai korban pembacokan oleh Aldi, mengaku tidak mengetahui adanya aksi main hakim sendiri tersebut.

“Saya tidak tahu soal adanya massa ke Tanggulangin. Saat kejadian, saya masih di rumah sakit. Saya dan keluarga tidak ada hubungannya dengan itu,” ujar Wartono.

Dua Laporan Polisi, Satu Sorotan Publik

Kasus pembacokan yang dilakukan Aldi terhadap Wartono saat ini sudah masuk tahap penyidikan. Sementara itu, kasus penganiayaan terhadap FB yang masih di bawah umur masih dalam tahap pelaporan.

Polres Rembang telah menerima laporan resmi dari Ngatmi binti Sarjo (59), ibu dari FB, pada Rabu (25/3/2026) dengan nomor laporan STPL/ /III/2026/SPKT. Peristiwa pengroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di depan rumah seorang bernama Kornen, di tanah Desa Jambangan.

Publik kini menyoroti dua hal tegas terkait permasalahan ini

1. Proses hukum terhadap pelaku pembacokan (Aldi).

2. Dugaan pidana keterlibatan aparatur desa dalam aksi main hakim sendiri yang menimbulkan korban anak di bawah umur.

Redaksi//

Detikdki.online

. (Zainuri)

Berita Terkait

Ketua DPAC Sukomanunggal Surabaya Audiensi Silaturahmi dengan Camat, dan polsek Wujud Komitmen Sinergi Bersama Pemerintah
Persatuan Wartawan Indonesia  (PWI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar Priode 2026 – 2029 Resmi di Lantik. 
Penyelenggaraan Banten Inovasi Expo 2026 di dukung oleh Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Provinsi Banten
Kartini di Ruang Bayi: Ketua TP-PKK Sheren Amelinda Jauwerissa Bawa Kasih untuk Ibu dan Anak Tanimbar di RSUD Magretty Lauran.
Pencanangan Dan Sosialisasi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026, Dihadiri Bupati Kepulauan Tanimbar
SEJARAH BERDIRINYA ORGANISASI MADAS  
GEMPAR! DUNIA PENDIDIKAN RUSAK: WALI MURID JAMBAK RAMBUT ANAK SD, KEPSEK SDN WONOSARI 1 DITUDING BERPihak DAN PILIHAK!  
LPK-GPI Desak Evaluasi Proyek Jalan Penumangan Unit 6, Diduga Gunakan Material Bekas

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 18:35 WIB

Ketua DPAC Sukomanunggal Surabaya Audiensi Silaturahmi dengan Camat, dan polsek Wujud Komitmen Sinergi Bersama Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 - 18:32 WIB

Persatuan Wartawan Indonesia  (PWI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar Priode 2026 – 2029 Resmi di Lantik. 

Rabu, 22 April 2026 - 18:30 WIB

Penyelenggaraan Banten Inovasi Expo 2026 di dukung oleh Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Provinsi Banten

Rabu, 22 April 2026 - 12:57 WIB

Kartini di Ruang Bayi: Ketua TP-PKK Sheren Amelinda Jauwerissa Bawa Kasih untuk Ibu dan Anak Tanimbar di RSUD Magretty Lauran.

Rabu, 22 April 2026 - 12:40 WIB

SEJARAH BERDIRINYA ORGANISASI MADAS  

Rabu, 22 April 2026 - 12:28 WIB

GEMPAR! DUNIA PENDIDIKAN RUSAK: WALI MURID JAMBAK RAMBUT ANAK SD, KEPSEK SDN WONOSARI 1 DITUDING BERPihak DAN PILIHAK!  

Selasa, 21 April 2026 - 22:47 WIB

LPK-GPI Desak Evaluasi Proyek Jalan Penumangan Unit 6, Diduga Gunakan Material Bekas

Selasa, 21 April 2026 - 18:14 WIB

Diduga Susu Jadi Biang Kerok, Puluhan Siswa SD NEGERI BALUNG MULYO Alami Keracunan. 

Berita Terbaru