Kelangkaan LPG 3 Kg Saat Ramadan, LPKNI, YBH Pegasus dan Media Soroti Distribusi di SPPBE Banyuwangi

REDKSI DETIK DKI

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:40 WIB

5012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi // Detikdki.online Kelangkaan tabung gas LPG 3 kg bersubsidi mulai dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Banyuwangi menjelang dan selama bulan Ramadan. Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan memasak, terutama untuk persiapan sahur dan berbuka puasa.

Menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat, tim dari LPKNI bersama YBH Pegasus dan sejumlah awak media turun langsung melakukan penelusuran lapangan pada Kamis, 12 Maret 2026.

Tim melakukan pengecekan di beberapa toko dan pengecer di wilayah Singojuruh dan Gendoh. Dari hasil penelusuran tersebut diketahui bahwa sejumlah pengecer mengaku sudah hampir satu minggu tidak menerima pasokan LPG 3 kg.

Salah satu pemilik toko menyampaikan bahwa pengiriman terakhir diterima pada hari Jumat, dan hingga saat ini belum ada pengiriman kembali sehingga stok LPG 3 kg di tingkat pengecer benar-benar kosong.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait kelancaran distribusi gas bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat kecil.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, tim juga mendatangi lokasi SPPBE PT Bumi Jaya Mandiri di wilayah Gambor, Banyuwangi. Dari pantauan di lokasi, terlihat sejumlah truk pengangkut LPG 3 kg dalam kondisi sudah terisi penuh tabung gas.

Namun, berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, terdapat truk yang sudah terisi LPG tetapi belum didistribusikan hingga beberapa hari.

Dalam klarifikasi yang disampaikan oleh pihak manajemen SPPBE yang berinisial Alex, disebutkan bahwa kondisi kelangkaan LPG 3 kg kerap terjadi setiap tahun menjelang Ramadan karena meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan dari tim investigasi. Pasalnya, apabila kondisi ini sudah menjadi kejadian rutin setiap tahun, seharusnya pihak terkait dapat melakukan langkah antisipasi agar kelangkaan tidak sampai terjadi di tengah masyarakat.

Tim juga menyoroti adanya dugaan kurangnya transparansi dalam proses distribusi LPG 3 kg, terutama ketika di lapangan ditemukan kendaraan pengangkut yang sudah terisi penuh namun belum segera didistribusikan, sementara masyarakat di tingkat pengecer mengalami kekosongan stok.

Atas kondisi tersebut, LPKNI bersama YBH Pegasus dan media meminta penjelasan resmi dari pihak Pertamina terkait mekanisme distribusi LPG bersubsidi di wilayah Banyuwangi.

LPKNI juga mendesak agar:

1.Distribusi LPG 3 kg segera dinormalisasi agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan.

2.Pengawasan distribusi diperketat guna mencegah kemungkinan adanya penimbunan atau permainan distribusi di lapangan.

3.Pihak terkait meningkatkan transparansi dalam sistem distribusi LPG bersubsidi.

Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, LPKNI, YBH Pegasus dan media menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi LPG 3 kg di Banyuwangi.

“Kami tidak ingin masyarakat kecil menjadi korban akibat kelangkaan LPG bersubsidi, apalagi di bulan Ramadan. Jika setiap tahun terjadi, seharusnya ada langkah antisipasi. Jangan sampai distribusi terkesan tidak transparan sementara masyarakat kesulitan mendapatkan gas,” tegas perwakilan tim investigasi.

LPKNI dan YBH Pegasus juga membuka kemungkinan untuk menyampaikan laporan resmi kepada pihak terkait apabila dalam pemantauan selanjutnya ditemukan indikasi pelanggaran dalam distribusi LPG bersubsidi.

Redaksi//

Detikdki.online

Investigasi

Berita Terkait

Senyum Hangat di Tanah Papua, Satgas Yonif 521/DY Gelar Komsos di Apalapsili
Oknum Pegawai Bank BUMN Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif di Pati, Kasus Dilaporkan ke Polda Jateng
Kasus Intimidasi Jurnalis di Tangerang, KJNI Minta Penegakan Pasal 18 UU Pers 40 Tahun 1999
LURAH SIDOMORO TINJAU TPA SIG: Pastikan Anak Tumbuh di Lingkungan Aman & Penuh Kasih Sayang  
Sat Lantas Polres Kepulauan Tanimbar pam kawal Longmars Mahasiswa UNLESA, sambut Hardiknas
Kerja Nyata Dukung Ketahanan Pangan, Bapas Saumlaki Gelar Panen Raya Jagung
Hujan Deras Tak Halangi : Wabup Tanimbar Tinjau Langsung Ujian TKA Perdana di SD Negeri 1 Saumlaki.
Tasyukuran HBP ke-62, Bapas Saumlaki Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima Lewat Kerja Nyata

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 18:52 WIB

Senyum Hangat di Tanah Papua, Satgas Yonif 521/DY Gelar Komsos di Apalapsili

Selasa, 28 April 2026 - 18:44 WIB

Oknum Pegawai Bank BUMN Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif di Pati, Kasus Dilaporkan ke Polda Jateng

Selasa, 28 April 2026 - 18:40 WIB

Kasus Intimidasi Jurnalis di Tangerang, KJNI Minta Penegakan Pasal 18 UU Pers 40 Tahun 1999

Selasa, 28 April 2026 - 18:35 WIB

LURAH SIDOMORO TINJAU TPA SIG: Pastikan Anak Tumbuh di Lingkungan Aman & Penuh Kasih Sayang  

Selasa, 28 April 2026 - 18:31 WIB

Sat Lantas Polres Kepulauan Tanimbar pam kawal Longmars Mahasiswa UNLESA, sambut Hardiknas

Selasa, 28 April 2026 - 09:15 WIB

Hujan Deras Tak Halangi : Wabup Tanimbar Tinjau Langsung Ujian TKA Perdana di SD Negeri 1 Saumlaki.

Selasa, 28 April 2026 - 05:01 WIB

Tasyukuran HBP ke-62, Bapas Saumlaki Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima Lewat Kerja Nyata

Selasa, 28 April 2026 - 01:17 WIB

Diduga hasil hubungan gelap Warga perumahan adiayasa solear digegerkan penemuan bayi perempuan mungil.

Berita Terbaru